Selamat Datang di Distributor Nuskin Indonesia | Solusi Kecantikan dan Kesehatan Anda | Mobile : 081295285574 Kulit Sehat Cerah Alami

ALERT SELAMAT DATANG

Berbagai Perawatan Untuk Setiap Jenis Kulit

Memiliki kulit wajah bersih dan sehat tentu menjadi dambaan setiap orang. Untuk mewujudkannya, Anda perlu mengetahui lebih dahulu jenis kulit wajah Anda, karena beda tipe kulit, beda pula cara perawatan dan produk perawatan kulit yang harus digunakan.

Setiap orang memiliki jenis kulit wajah yang berbeda dan bisa berubah seiring pertambahan usia. Selain itu, jenis kulit wajah juga dapat dipengaruhi oleh faktor lain, seperti faktor genetik, penyakit tertentu, dan faktor lingkungan, misalnya paparan sinar matahari, debu, dan polusi berkepanjangan.

Kebiasaan tertentu juga bisa berdampak pada berubahnya jenis kulit, seperti merokok dan mengonsumsi minuman beralkohol.

5 Jenis Kulit Wajah yang Perlu Anda Ketahui

Struktur dan jenis kulit wajah yang dimiliki seseorang ditentukan oleh beberapa faktor, yakni:

  • Kandungan air pada kulit yang akan memengaruhi elastisitas kulit
  • Kandungan minyak yang memengaruhi kelembutan dan nutrisi kulit
  • Tingkat kepekaan kulit terhadap zat atau bahan tertentu

Berdasarkan ketiga faktor di atas, jenis kulit wajah dapat dibagi menjadi beberapa kategori, yaitu:

1. Kulit wajah normal

Jenis kulit ini cenderung memiliki keseimbangan antara jumlah kandungan air dan minyak, sehingga tidak terlalu kering tapi juga tidak terlalu berminyak.

Jenis kulit wajah seperti ini biasanya jarang memiliki masalah kulit, tidak terlalu sensitif, terlihat bercahaya, dan pori-pori pun hampir tak terlihat. Jenis kulit normal juga lebih mudah dirawat.

2. Kulit wajah kering

Kulit wajah kering umumnya terjadi akibat rendahnya tingkat kelembapan pada lapisan kulit terluar. Hal ini mengakibatkan kulit kering mudah pecah-pecah dan mengalami keretakan pada permukaan kulit.

Pemilik kulit wajah kering biasanya memiliki pori-pori kulit yang hampir tak terlihat, permukaan luar kulit terlihat kasar dan kusam, serta kulit kurang elastis. Jenis kulit ini juga lebih mudah memerah, gatal, bersisik, dan meradang.

Kulit kering bisa disebabkan oleh faktor genetik, usia, perubahan hormon, cuaca dingin, paparan sinar matahari, mandi air panas terlalu lama, efek samping obat-obatan, atau bahan yang terkandung dalam produk sabun, kosmetik, dan pembersih.

3. Kulit wajah berminyak

Jenis kulit wajah berminyak cenderung licin dan mengkilap karena produksi minyak atau sebum yang berlebih. Sebum dihasilkan secara alami oleh kelenjar minyak atau kelenjar sebaceous di bawah permukaan kulit.

Meski sebum berfungsi untuk melindungi dan melembapkan kulit, namun kelebihan sebum akan menyebabkan kulit wajah menjadi berminyak, pori-pori tersumbat, dan membuat kulit rentan mengalami jerawat. Tingginya produksi sebum dapat dipengaruhi oleh faktor genetik, perubahan hormon, atau stres.

Jenis kulit wajah berminyak cenderung memiliki pori-pori besar, terlihat berkilau namun kusam, dan biasanya disertai komedo, jerawat, serta noda hitam.

4. Kulit wajah sensitif

Jenis kulit sensitif umumnya sangat peka dan mudah sekali mengalami alergi atau iritasi dan ruam sebagai reaksi terhadap faktor tertentu, seperti lingkungan, makanan, atau penggunaan produk kosmetik.

Kulit wajah sensitif mudah terkelupas, gatal, kering, kemerahan, dan terasa perih (breakout) ketika terjadi kontak dengan berbagai hal yang dapat memicu munculnya gejala kulit sensitif.

5. Kulit wajah kombinasi

Jenis kulit wajah kombinasi adalah perpaduan antara kulit berminyak dan kulit kering. Seseorang dengan jenis kulit wajah ini memiliki kulit berminyak di zona T, yaitu area dagu, hidung, dan dahi, serta kulit kering di area pipi.

Jenis kulit wajah ini dapat dipengaruhi oleh faktor genetik dan peningkatan hormon selama masa pubertas.

Pentingnya Merawat Kulit Wajah Sesuai Jenisnya

Setiap tipe kulit wajah memiliki kebutuhan yang berbeda. Beberapa jenis kulit wajah bahkan membutuhkan perawatan dan perhatian lebih dibandingkan jenis kulit yang lain. Itu sebabnya produk perawatan kulit wajah dan kosmetik dibuat dengan formula yang berbeda sesuai dengan tipe kulit.

Penggunaan produk perawatan kulit yang tidak sesuai dengan jenis kulit wajah bisa menyebabkan timbulnya jerawat, jerawat semakin parah, kulit wajah menjadi sangat kering, dan munculnya berbagai masalah lain pada kulit wajah.

Berikut ini adalah cara merawat kulit wajah berdasarkan jenis kulitnya:

1. Perawatan kulit wajah normal

Perawatan jenis kulit wajah normal cenderung mudah. Anda cukup menggunakan perawatan kulit wajah biasa atau diformulasikan secara khusus untuk kulit normal.

Gunakan sabun pembersih wajah dengan bahan kimia lembut dan hindari menggosok wajah terlalu kasar. Anda bisa membilas wajah dengan air hangat, lalu keringkan dengan handuk berbahan lembut.

2. Perawatan kulit wajah kering

Untuk merawat jenis kulit wajah kering, gunakan pembersih wajah dengan bahan yang mampu melembapkan kulit wajah, seperti emolien, dan hindari produk yang mengandung alkohol atau pewangi.

Setelah wajah selesai dibersihkan, Anda bisa menggunakan pelembap agar kulit tidak mudah kering. Selain itu, hindari terlalu lama mandi dan mencuci muka dengan air hangat.

3. Perawatan kulit wajah berminyak

Ada beragam cara untuk merawat kulit wajah berminyak, salah satunya dengan mencuci muka secara rutin 2 kali sehari dengan sabun cuci muka yang mengandung gliserin.

Setelah selesai dibersihkan, Anda bisa menggunakan produk perawatan kulit lain, yaitu astringent atau toner yang mengandung benzoil peroksida, asam salisilat, dan asam glikolat. Selain itu, pilihlah produk kosmetik dengan kandungan air dan berlabel noncomedogenic yang tidak menyebabkan penyumbatan pada pori-pori.

Anda juga bisa menggunakan kertas minyak dan masker wajah khusus kulit berminyak untuk menghilangkan minyak berlebih yang menempel di wajah. Ada beberapa bahan alami yang dapat digunakan sebagai masker wajah, antara lain madu, lidah buaya, tomat, dan minyak jojoba.

Selain beberapa cara di atas, pemilik jenis kulit wajah berminyak juga sebaiknya menghindari makanan yang tidak sehat, seperti gorengan, makanan cepat saji, dan makanan dengan kadar gula tinggi.

4. Perawatan kulit wajah sensitif

Perawatan kulit wajah sensitif bisa dilakukan dengan mengetahui pemicu yang menyebabkan reaksi alergi atau iritasi. Gunakan sabun wajah berbahan lembut dan bilaslah dengan air hangat. Usahakan untuk tidak menggosok wajah terlalu kencang saat mencuci wajah.

Pemilik kulit wajah sensitif juga disarankan untuk tidak menggunakan produk perawatan wajah yang mengandung alkohol, asam, dan pewangi karena bahan-bahan tersebut mudah menyebabkan iritasi wajah.

Anda bisa menggunakan produk perawatan wajah yang mengandung lidah buaya, chamomileteh hijau, polifenol, dan gandum.

5. Perawatan kulit wajah kombinasi

Cara terbaik untuk merawat kulit wajah kombinasi adalah dengan menggunakan produk pembersih dan pelembap yang diformulasikan khusus untuk jenis kulit wajah kombinasi. Produk ini mampu mengurangi kadar minyak di daerah zona T sekaligus melembapkan area pipi.

Bersihkan wajah 2 kali sehari secara rutin. Hindari penggunaan produk pembersih yang mengandung alkohol, asam salisilat, dan benzoil peroksida. Bahan-bahan ini dapat menyebabkan kulit wajah menjadi kering.

Jika cara ini kurang efektif, Anda bisa mencoba menggunakan produk pembersih untuk kulit wajah kering di area pipi dan produk khusus kulit berminyak untuk zona T.

Apa pun jenis kulit wajah Anda, tetap gunakan tabir surya untuk melindungi kulit dari bahaya sinar ultraviolet. Jangan lupa juga untuk membersihkan kulit wajah dari make up sebelum Anda tidur.

Cara perawatan kulit di atas sebaiknya juga disertai dengan pola hidup sehat, dengan cara konsumsi makanan bernutrisi, banyak minum air putih, batasi konsumsi alkohol, dan berhenti merokok.

Jika masih tidak yakin apa jenis kulit wajah Anda atau cara merawat kulit wajah yang paling cocok untuk Anda, sebaiknya berkonsultasilah dengan dokter spesialis kulit. Jangan sembarang mencoba produk perawatan wajah, agar kulit Anda tidak malah mengalami masalah.

 

Artikel ini telah tayang di alodokter.com dengan judul Kenali Jenis Kulit Wajah dan Cara Merawatnya di Sini!

 

Bookmark and Share

Kenali Skincare dan Tahapan Skincare Yang Tepat

Skincare atau perawatan kulit adalah serangkaian aktivitas yang mendukung kesehatan kulit, meningkatkan penampilan dan meringankan kondisi kulit.

Skincare dapat mencakup nutrisi bagi kulit hingga menghindari dampak negatif dari paparan sinar matahari yang berlebihan. Namun sebelum anda melakukan perawatan kulit atau menggunakan skincare ada baiknya anda mengetahui terlebih dahulu jenis kulit yang anda miliki. Sebab, dilansir dari laman Healthline jika anda menggunakan produk yang salah dan tak sesuai dengan jenis kulit anda maka dapat memperburuk jerawat, kekeringan, atau masalah kulit lainnya. Jika anda sudah mengetahui jenis kulit yang anda miliki, maka rutinitas perawatan kulit sehari-hari dapat membantu anda menjaga kesehatan kulit secara keseluruhan dan meminimalisir masalah spesifik seperti jerawat, jaringan parut, dan bintik-bintik gelap. Rutinitas perawatan kulit harian memiliki lima langkah dasar yang dapat anda lakukan sekali terutama di pagi hari. Berikut adalah langkah perawatan kulit atau penggunaan skincare yang dapat anda lakukan.


1.    Cleansing

Pilih pembersih yang tidak membuat kulit Anda kencang setelah dicuci. Bersihkan wajah anda tidak lebih dari dua kali sehari, atau hanya sekali, jika anda memiliki kulit kering dan jangan memakai makeup. Hindari mencuci muka hanya untuk rasa bersih-bersih karena itu berarti minyak alami kulit anda hilang. Pembersih yang dikenal bekerja dengan baik untuk semua jenis kulit termasuk Cetaphil dan Banila Clean It Zero Sherbet Cleanser.


2.      Toner

Bagi banyak orang, kata "toner" mengingatkan astringen menyengat dari tahun 80-an. "Yang asli adalah produk berbasis alkohol yang digunakan untuk mengeringkan kulit berminyak dan menghilangkan kotoran sisa setelah pembersihan," kata Dr. Nazarian. Namun, saat ini formula tersebut telah berevolusi. Pikirkan itu sebagai suplemen - cairan tipis yang memberikan tambahan nutrisi, dan menyeimbangkan warna kulit anda. Ahli estetika Kota New York Jordana Mattioli mengatakan dan, menganggap toner sebagai opsional. “Ini bisa menjadi cara yang baik untuk menambahkan bahan-bahan spesifik yang mungkin tidak anda miliki dalam produk lain atau menambahkan lapisan kulit lainnya,” ujarnya. Saat menggunakan toner ada baiknya jika anda langsung menuangkan beberapa tetes ke telapak tangan anda lalu mengusapkannya pada wajah. Hal ini lebih efektif daripada menuangkan toner ke kapas terlebih dahulu baru ke wajah.

 

3.      Serum

Serum dengan vitamin C atau faktor pertumbuhan atau peptida akan lebih baik digunakan pada pagi hari, di bawah tabir surya. Sedangkan di malam hari, serum dengan bahan retinol atau retinoid akan bekerja paling baik. Makeup Artist's Choice memiliki vitamin C dan E serum dan retinol yang efektif.

 

4.      Pelembab

Bahkan kulit berminyak sekalipun juga membutuhkan pelembab, tetapi gunakan pelembab yang ringan, berbasis gel, dan tidak komedogenik, atau tidak menghalangi pori-pori Anda, seperti lotion wajah. Kulit kering mungkin mendapat manfaat dari lebih banyak pelembab berbasis krim seperti MISSHA Super Aqua Cell Renew Snail Cream. Sebagian besar merek akan memberi label produk mereka sebagai gel atau krim pada kemasan mereka.

 

5.     Tabir surya atau sunscreen

Oleskan tabir surya dengan setidaknya 30 SPF 15 menit sebelum menuju ke luar, karena diperlukan beberapa saat untuk mengaktifkan tabir surya. Warna kulit yang lebih gelap sebenarnya membutuhkan lebih banyak perlindungan dari sinar matahari karena hiperpigmentasi lebih sulit untuk diperbaiki. Guna mendapat efek yang maksimal dari tabir surya ada baiknya anda menggunakannya secara berulang setiap tiga atau empat jam sekali. Tabir surya selain berfungsi untuk melindungi kulit dari paparan sinar matahari juga berfungsi untuk mencegah terjadinya penuaan dini, munculnya bintik hitam di wajah hingga mencegah terjadinya kanker kulit.



Baca selengkapnya di artikel "Mengenal ArtiSkincare dan Tahapan Merawat Kulit"

Bookmark and Share

Jaga Kesehatan Tubuh Agar Tetap Sehat dan Bugar, Yuk!

Berbagai upaya menjaga kesehatan tubuh sebaiknya dilakukan setiap harinya. Hal ini dapat membuat kondisi kita senantiasa prima dalam melakukan aktivitas sehari-hari dan terhindar dari berbagai penyakit yang menghantui. Sayangnya, masih banyak orang yang tidak peduli atau tidak menjaga kesehatan tubuhnya dengan baik. Beberapa orang bahkan melakukan pola hidup yang buruk sehingga berdampak negatif terhadap kesehatannya. Lantas, apa yang harus dilakukan untuk menjaga kesehatan tubuh? Menerapkan berbagai cara menjaga kesehatan tubuh sebetulnya tidaklah sulit, asalkan kamu memiliki kemauan yang kuat untuk melakukannya secara konsisten. Kita dapat memulainya dari hal-hal yang kecil, seperti melakukan beberapa cara menjaga kesehatan tubuh ini: 

 

·         Mengonsumsi sayur dan buah

Sayur dan buah mengandung serat prebiotik, vitamin, mineral, serta berbagai antioksidan yang dibutuhkan oleh tubuh. Studi menunjukkan jika orang yang mengonsumsi lebih banyak sayur dan buah bisa hidup lebih lama, serta memiliki risiko yang lebih rendah terkena penyakit jantung, diabetes tipe-2, obesitas, dan penyakit lainnya. Para ahli pun merekomendasikan agar setengah dari isi piring kita berisikan sayur dan buah. Selain itu, pastikan juga untuk mengkonsumsi nutrisi yang seimbang setiap harinya. 

 

·         Menjaga berat badan ideal

Memiliki berat badan yang berlebih hingga obesitas dapat meningkatkan resiko seseorang terkena berbagai penyakit yang berbahaya. Di samping itu, memiliki berat badan yang terlalu rendah juga bisa menandakan diri kekurangan nutrisi. Oleh sebab itu, penting untuk menjaga berat badan tetap ideal supaya terhindar dari risiko penyakit yang menyerang.

 

·         Minum cukup air

Minum air putih yang cukup dapat memberi banyak manfaat, yakni meningkatkan metabolisme dan mencegah dehidrasi. Ketika mengalami dehidrasi, kita akan kehausan, lemas, sakit tenggorokan, hingga pusing. Jadi, minumlah air setidaknya 8 gelas per hari agar kebutuhan cairan tubuh terpenuhi untuk menjaga tubuh tetap sehat dan bugar.

 

·         Berolahraga secara rutin

Berolahraga secara rutin dapat membantu mencegah berbagai penyakit, seperti penyakit jantung, stroke, diabetes, dan kanker. Selain itu, olahraga juga dapat mengendalikan berat badan dan membuat pelakunya merasa lebih bugar. Cobalah untuk berolahraga sekitar 30-60 menit sebanyak 5 kali dalam seminggu. Akan tetapi, jika tidak bisa melakukannya sesering itu, lakukan semampunya daripada tidak sama sekali.

 

·         Tidur yang cukup

Begadang menjadi kebiasaan banyak orang. Alih-alih tidur, malam hari seringkali dihabiskan dengan bermain gadget atau menonton TV. Padahal kurang tidur dapat meningkatkan kemungkinan terkena penyakit jantung, diabetes, stroke, obesitas, dan masalah kesehatan lainnya. Selain itu, kurang tidur juga dapat mengganggu konsentrasi, kewaspadaan, dan kinerja. Oleh sebab itu, biasakan untuk tidur dengan cukup dan berkualitas. Tidur yang cukup dapat membantu menjaga kesehatan secara keseluruhan. Agar dapat tidur dengan mudah, jangan minum kopi di sore hari, cobalah tidur dan bangun pada waktu yang sama setiap harinya, dan redupkan lampu beberapa jam sebelum tidur.

 

·         Biasakan mencuci tangan dengan sabun

Salah satu langkah yang paling penting dalam menjaga kesehatan tubuh, yaitu dengan rutin mencuci tangan dengan sabun pada air mengalir. Ketika menyentuh sesuatu, kita tidak tahu berapa banyak kuman yang ada di tangan kita dan berpotensi masuk ke dalam tubuh. Hal ini juga memungkinkan terjadinya penularan penyakit. Oleh sebab itu, cucilah tangan, terutama sebelum makan, setelah menggunakan toilet, atau setelah bersin dan batuk. Gunakan sabun dan gosok seluruh area tangan, termasuk punggung tangan, telapak tangan, sela-sela jari, dan kuku setidaknya selama 20 detik. 

 

·         Batasi mengkonsumsi minuman bersoda

Sebagian orang gemar mengonsumsi minuman ringan. Padahal berbagai minuman ringan, seperti minuman bersoda atau minuman berenergi, umumnya mengandung gula tambahan yang tidak sedikit jumlahnya. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa mengkonsumsi satu atau dua minuman ringan per hari membuat kita memiliki peningkatan risiko terkena diabetes tipe-2 sebesar 26 persen lebih tinggi. Selain itu, mengkonsumsi minuman manis juga dikaitkan dengan serangan jantung, obesitas, dan asam urat. Untuk mencegah timbulnya berbagai masalah kesehatan, membatasi konsumsi minuman ringan menjadi cara yang tepat dalam menjaga kesehatan tubuh.

 

·         Hindari junk food

Rasa junk food yang lezat bisa menyebabkan seseorang mengkonsumsinya secara berlebihan. Padahal, makanan tersebut biasanya rendah serat, protein, dan berbagai nutrisi lain. Rendah zat gizi tersebut itulah yang membuat tubuh merasa ‘belum makan’ dan ingin mengonsumsi lebih banyak lagi. Di samping itu, junk food juga kaya akan bahan-bahan yang tak sehat, seperti gula tambahan, lemak jenuh, dan hanya menyediakan sebagian besar kalori kosong. Oleh sebab itu, penting untuk menghindarinya.

 

·         Mengelola stres dengan baik

Stres merupakan hal yang sering terjadi, namun penting untuk mengelolanya sebaik mungkin. Stres yang berlebihan dapat meningkatkan kadar kortisol dan mengganggu metabolisme tubuh. Selain itu, stres juga dapat meningkatkan risiko terkena berbagai penyakit. Dalam mengelola stres, cobalah untuk berolahraga, berjalan-jalan di alam, mempraktikan teknik pernapasan, melakukan meditasi, atau berkumpul bersama teman-teman. Akan tetapi, jika stres yang dirasakan tak juga berkurang atau semakin memburuk, sebaiknya segera cari bantuan psikolog.

 

·         Hindari rokok dan alkohol

Merokok bukan hanya merusak paru-paru, namun juga dapat merusak berbagai organ tubuh lainnya. Hal ini juga membuat kita lebih berpotensi terkena kanker, penyakit jantung, dan penyakit serius lainnya. Bahkan perokok pasif pun berisiko mengalami bahaya yang sama. Di samping itu, mengonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan juga dapat meningkatkan risiko terkena kanker dan penyakit hati. Oleh sebab itu, akan lebih baik jika menghindari kebiasaan merokok dan minum minuman beralkohol.

 

·         Melindungi kulit

Paparan sinar matahari yang berlebihan dalam jangka panjang bukan hanya menyebabkan kulit terbakar, namun juga dapat meningkatkan risiko terkena kanker kulit. Pastikan melindungi kulit dari paparan sinar UV dengan mengenakan pakaian berlengan panjang dan topi ketika berada di luar ruangan. Selain itu, gunakan tabir surya yang dapat menghalangi sinar UV sehingga kulit terlindungi.

 

Artikel ini telah terbit hypermart.co.id dengan judul Tips Menjaga Kesehatan Tubuh agar tetap Sehat dan Bugar 

 

Bookmark and Share

Perawatan Alami Untuk BIbir Agar Tampak Lebih Lembut dan Merona

Setiap wanita ingin bibirnya terlihat lembut, penuh, dan merah merona. Jika bibir Anda aslinya berwarna gelap atau sering pecah-pecah, tidak usah panik. Ada banyak cara memerahkan bibir yang alami tanpa takut efek samping. Simak terus artikel ini untuk tahu tips dan triknya.

Cara memerahkan bibir dan membuatnya lembut secara alami

Di bawah ini kami menyediakan sejumlah cara memerahkan bibir secara alami, namun tetap senantiasa lembut dan sehat.

1. Masker madu dan lemon

Lemon sering digunakan untuk mengatasi bercak atau bintik gelap pada kulit. Selain itu, Anda juga bisa menggunakannya sebagai cara memerahkan warna bibir alami. Khasiat pencerah dalam kandungan lemon bisa membantu mencerahkan warna bibir yang gelap.

Sedangkan nutrisi yang terkandung dalam madu dapat membantu melembapkan, menghaluskan, dan menjaga bibir tetap terhidrasi. Madu bisa juga membantu bibir Anda tampak lebih sehat dan merah merona.

Untuk menggunakannya, peras setengah buah lemon ke dalam wadah bersih dan tuang 2-3 sdt madu. Aduk rata hingga menjadi pasta halus. Simpan di dalam kulkas selama beberapa jam. Oleskan campuran ini pada bibir Anda dan biarkan selama satu jam, kemudian bilas bersih. Anda bisa mengulangi metode ini 2-3 kali dalam satu minggu sampai memperoleh hasil yang diinginkan.

2. Buah bit

Buah bit segar bisa menjadi pilihan untuk memerahkan bibir secara alami. Caranya, gosok daging buah bit ke bibir selama 3-5 menit. Lakukan secara rutin di waktu senggang, agar khasiat buah bit pada bibir Anda terasa maksimal.

3. Buah timun

Timun sudah lama dijadikan bahan alami untuk mencerahkan dan menjaga kesehatan kulit. Timun juga bisa, lho, bekerja secara efektif untuk memerahkan bibir Anda secara alami.

Caranya mudah, cukup oleskan potongan timun pada bibir Anda secara lembut sehingga bibir bisa menyerap jusnya. Lakukan setiap hari selama 5 menit.

4. Sikat dengan sikat gigi

Tahukah Anda, bahwa menyikat bibir dengan sikat gigi bisa membuat bibir sehat? Ya, menyikat bibir pakai sikat gigi lembut dengan pelan-pelan bisa mengelupaskan kulit mati dan merangsang aliran darah ke bibir. Setelahnya jangan lupa pijat lembut bibir dan pulaskan lip balm agar tetap terlihat lembut dan sehat.

5. Madu dan gula

Anda mungkin sudah mengetahui bahwa madu adalah bahan pelembap alami. Sedangkan gula bisa bekerja sebagai bahan alami untuk mengupas kulit mati di tubuh. Dengan menggabungkan keduanya, ini bisa menjadi ramuan alami untuk menjaga bibir tetap sehat, lembut, dan merah merona.

Anda bisa melakukannya di rumah dengan mencampur 2-3 sdt madu dan sedikit gula. Pijat bibir Anda perlahan menggunakan masker ini. 

Memang belum ada penelitian yang membuktikan efektivitas dari tips-tips ini. Namun Anda dapat mencobanya selama Anda memastikan bahwa Anda tidak memiliki alergi pada bahan-bahan di atas.

Pola hidup sehat untuk mendukung bibir lembut dan sehat

Selain mengikuti perawatan menggunakan bahan alami di atas, penting untuk membuat langkah-langkah pencegahan agar memastikan bibir Anda tetap lembut, berwarna pink, dan sehat. Berikut beberapa saran yang bisa diikuti:

·         Anda wajib menjaga asupan cairan tubuh tetap seimbang dengan banyak minum air. Hal ini bisa membantu bibir Anda terlihat lembut dan padat.

·         Kebiasaan merokok adalah salah satu penyebab terbesar bibir berwarna gelap. Hindari dan berhenti merokok demi kesehatan  dan juga keindahan bibir Anda.

·         Hindari mengonsumsi kafein, seperti kopi dan teh, yang bisa membuat bibir terlihat kusam.

·         Banyak makan buah dan sayuran untuk mencukupi nutrisi penyehat kulit, termasuk bibir Anda.

·         Sering-seringlah memoleskan lipbalm untuk menjaga kelembapan bibir.

 

Artikel ini telah tayang di hellosehat.com dengan Judul 5 Cara Alami Membuat Bibir Lembut dan Tampak Merah Merona

 


Bookmark and Share

6 Langkah Merawat kulit Terbaikmu

Cara merawat kulit wajah yang tepat tidak harus dengan produk perawatan wajah bermerek atau perawatan di klinik kecantikan yang mahal. Ada beberapa cara sederhana yang bisa Anda lakukan di rumah untuk mendapatkan kulit wajah yang sehat dan bersih.

Kondisi dan tampilan kulit wajah dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti pertambahan usia, lingkungan, kondisi medis tertentu, dan cara merawat kulit wajah yang Anda lakukan.

Merawat kulit wajah dengan cara yang benar dapat mencegah timbulnya berbagai masalah kulit, seperti kulit kusam, jerawat, noda hitam, keriput, dan garis halus. Dengan kulit wajah bersih, awet muda, dan cerah berseri, Anda bisa tampil menawan dan lebih percaya diri.

Panduan Merawat Kulit Wajah yang Benar

Tampilan kulit dapat mencerminkan kondisi kesehatan tubuh Anda. Untuk menjaga kesehatan kulit, Anda bisa mencoba melakukan perawatan kulit wajah di rumah dengan mengikuti beberapa panduan berikut ini:


1. Gunakan sabun pembersih muka sesuai jenis kulit

Tidak semua orang memiliki jenis kulit wajah yang sama. Ada yang memiliki jenis kulit normal, kering, berminyak, sensitif, atau kombinasi dari beberapa jenis kulit tersebut. Berbeda jenis kulit, berbeda pula jenis produk perawatan yang cocok digunakan.

Misalnya, bagi orang yang memiliki kulit kering dan sensitif, disarankan memilih produk sabun pembersih muka berbahan kimia lembut dengan kandungan yang dapat melembapkan kulit, serta tidak mengandung alkohol dan wewangian.

Sementara itu, pemilik kulit berminyak disarankan untuk menggunakan pembersih muka berbahan dasar lembut yang dapat melembapkan wajah tanpa membuat kulit wajah berminyak, misalnya pembersih wajah yang mengandung gliserin.

Karena rentan mengalami komedo dan jerawat, orang yang memiliki tipe kulit berminyak juga disarankan untuk memilih produk perawatan kulit atau make up yang berlabel noncomedogenic agar tidak menyebabkan penyumbatan pada pori-pori.


2. Bersihkan wajah secara rutin

Salah satu cara merawat kulit wajah yang paling sederhana adalah rutin membersihkan wajah. Agar wajah tetap bersih, Anda perlu mencuci wajah 2 kali sehari, yaitu pada pagi hari dan malam hari sebelum tidur.

Membersihkan wajah pada pagi hari bertujuan untuk menghilangkan kotoran dan bakteri yang mungkin menempel di wajah saat tidur. Menjelang tidur, wajah juga perlu dibersihkan dari make up, debu, dan polusi yang menempel di wajah selama Anda beraktivitas di luar rumah.

Bila perlu, bersihkan wajah setiap kali selesai melakukan aktivitas yang menyebabkan Anda banyak berkeringat, misalnya setelah berolahraga. Hal ini karena keringat dan minyak berlebih pada wajah dapat menyumbat pori-pori kulit wajah, sehingga memicu munculnya komedo dan jerawat.


3. Bersihkan wajah dengan cara yang benar

Selain dilakukan secara rutin, cara membersihkan wajah juga perlu dilakukan dengan benar. Untuk membersihkan wajah, awali dengan membasuh wajah menggunakan air hangat.

Selanjutnya, gunakan sabun cuci muka dan mulailah membersihkan wajah dengan melakukan pijatan lembut secara melingkar menggunakan ujung jari. Setelah itu, bilas wajah dengan air, lalu keringkan dengan cara menepuk wajah secara perlahan menggunakan handuk bersih.


4. Gunakan pelembap

Memakai pelembab juga menjadi bagian penting dari cara merawat kulit wajah. Pelembap wajah sebaiknya digunakan setelah mencuci muka. Hal ini dilakukan untuk menjaga kelembapan alami kulit wajah.

Namun, Anda perlu memilih pelembab sesuai dengan jenis kulit. Jika Anda memiliki kulit berjerawat dan berminyak, pilihlah pelembap berbahan dasar air dan bebas kandungan minyak.

Pelembab wajah yang baik biasanya mengandung bahan-bahan yang berfungsi untuk mengembalikan struktur dan kelembapan alami kulit wajah, menjaga keseimbangan pH kulit, mengurangi efek radikal bebas, dan memperbaiki kerusakan sel-sel dan jaringan kulit.

Beberapa bahan yang efektif untuk melembapkan kulit antara lain gliserolceramide, dan niacinamide.


5. Gunakan tabir surya

Penggunaan tabir surya bermanfaat untuk melindungi kulit dari paparan sinar UV yang mampu menyebabkan perubahan warna kulit dan kanker kulit, serta memicu munculnya bintik atau flek pada wajah dan keriput.

Saat menggunakan tabir surya, Anda disarankan memilih tabir surya khusus untuk wajah dengan SPF 30 dan gunakan setiap hari meski cuaca sedang tidak panas sekalipun. Penggunaan tabir surya perlu diulang setiap 2 jam sekali atau lebih sering ketika Anda sedang beraktivitas di bawah terik matahari.

Tak hanya menggunakan tabir surya, Anda juga perlu mengenakan pakaian lengan panjang, celana panjang, kacamata hitam, dan topi lebar, saat beraktivitas di luar ruangan. Selain itu, hindari pula paparan sinar matahari langsung pada pukul 10 pagi hingga 4 sore.


6. Jalani pola hidup sehat

Cara merawat kulit wajah yang benar tidak hanya dilakukan dari luar, tapi juga dari dalam tubuh. Caranya adalah dengan menjalani pola hidup sehat, yaitu dengan konsumsi makanan bergizi seimbang dan batasi konsumsi makanan berlemak, penuhi kebutuhan cairan tubuh, rutin berolahraga, istirahat cukup, kelola stres, serta berhenti merokok dan konsumsi minuman beralkohol.

Hal terpenting dari cara merawat kulit wajah adalah melakukannya secara rutin. Setiap perawatan membutuhkan waktu dan upaya yang konsisten agar hasil yang dicapai lebih maksimal. Oleh karena itu, jangan lupa untuk melakukan perawatan kulit wajah sebagai bagian dari rutinitas Anda sehari-hari.

Apabila Anda memiliki masalah dengan kulit wajah, seperti jerawat yang parah atau bekas luka di wajah, sebaiknya konsultasikan masalah tersebut ke dokter kulit. Untuk mengatasi masalah pada kulit dan merawat kulit wajah, dokter dapat memberikan penanganan dan melakukan prosedur perawatan kulit sesuai kondisi dan tipe kulit Anda.

 

Artikel ini telah tayang di Alodokter.com dengan Judul Cara Merawat Kulit Wajah yang Baik dan Benar

 

Bookmark and Share

Coba Diet Garam Untuk Kulit Lebih Glowing Yuk!

Sudah pernah dengar yang namanya diet mayo atau no salt diet? Well, sebetulnya diet ini udah ada dari zaman dulu banget dan sempat hits di tahun 2015-an. Diet ini nggak cuma fokus menurunkan berat badan, tapi bisa juga memperbaiki pola hidup makanan kita yang mungkin awalnya nggak sehat. Itu juga yang jadi salah satu alasan saya ingin memulai diet ini! Bagi saya, angka di dalam timbangan yang semakin ringan hanyalah sebuah bonus. Tapi, fokus dari diet yang saya lakukan sebetulnya untuk memperbaiki pola makan, karena saya udah ketagihan banget sama MSG dan makanan yang asin! Bagi saya, kalau nggak ‘gurih’, nggak nendang!

 

Why am i doing this 

Sampai pada akhirnya makan-makanan yang gurih mulai bikin badan saya terasa nggak nyaman, kepala saya juga sering sakit dan terasa berat. Saat itulah saya merasa harus merubah pola makan. Ciri khas dari diet mayo nggak cuma porsi makanan yang ditakar, makanan kita juga nggak boleh ditambah dengan bumbu seperti garam, dan MSG. Gula yang digunakan juga bukan gula jenuh, kalau ingin minum teh, kita hanya diperbolehkan minum menggunakan gula diabetes seperti Tropicana atau Equil. Minyak juga dibatasin dalam takaran tertentu. Nah, berhubung menyediakan menu makanan diet mayo is going to be such a hassle, saya pesan katering dari @byebyebellyid. Saya mencoba sekeras mungkin mematuhi setiap peraturan yang ada sambil melihat, how far can i go with this diet.

 

How it felt

Awalnya saya pikir apa susahnya sih diet cuma nggak pakai bumbu? Toh, takaran makanannya juga kayaknya nggak parah-parah amat. Di zaman SMA dulu, saya pernah seharian cuma makan telur 1 butir dan roti 1 slice gara-gara diet mati-matian! (Jangan ditiru ya) Tapi ternyata, saat mencoba diet yang satu ini, saya malah mixed feelings banget. Sempat ingin berhenti di tengah jalan, tapi akhirnya saya berhasil menyelesaikan diet mayo dengan cukup baik. Apa aja yang harus saya lalui?


Sakit kepala dan lemas di 2 hari pertama

2 hari pertama adalah hari-hari terberat buat saya. Bukan karena lapar, tapi lebih karena saya nggak kuat dengan sakit kepala dan lemas akibat mengikuti diet tersebut. Awalnya sempat takut sih, jangan-jangan diet ini adalah tipe diet yang nggak sehat dan nggak boleh diikuti. Tapi ternyata, setelah membaca pengalaman Ci Nopai diet Mayo di tahun 2015 dulu, ternyata memang betul, 2-3 hari pertama adalah masa-masa terberat! Katanya, badan berada dalam kondisi detoksifikasi, membiasakan diri dari yang awalnya ketergantungan dengan garam dan bumbu. So this is a sign of a good thing. Itu sebabnya diet mayo perlu diseimbangi dengan minum yang banyak minimal 3 liter perharinya, dan tidur yang cukup selama minimal 8 jam. Kita juga nggak boleh olahraga berat selama menjalankan diet, hanya boleh melakukan jalan sekitar 45 hingga 60 menit tanpa berkeringat.


Hari ke 4&5, porsi makanan semakin sedikit

Hari ke 4 badan saya sudah nggak lagi lemas dan sakit kepala karena sudah mulai sedikit lebih beradaptasi dengan asupan makanan yang baru. Tapi entah kenapa, di hari ke 4 dan ke 5 porsi makan yang diberikan semakin sedikit. Terutama di hari ke 4, dinner yang diberikan hanya berupa pepaya dan susu! Sudah sedih banget ketika saya melihat makanannya karena saya pikir saya akan melewati malam hari kelaparan. Tapi ternyata nggak seberat itu kok. Karena 3 hari sebelumnya sudah mulai mengurangi makanan, perut jadi lebih terbiasa. Dinner menggunakan pepaya dan susu ternyata cukup mengenyangkan bagi saya!


Hari 9, mulai ‘eneg’ lihat makanan

Se-enak-enaknya catering diet mayo, tetap saja diet ini sama sekali nggak menggunakan garam dan MSG yang mungkin bisa meningkatkan selera makan. Itu sebabnya walaupun dalam kondisi lapar sekalipun, di hari ke 9 saya mulai nggak tertarik melihat makanan. Semua makanan terasa sama saja dan nggak menarik untuk di makan. Di hari-hari seperti ini, saya jadi craving banget yang namanya cookies, cake, atau apapun yang manis-manis. Gimanapun, mengurangi asupan gula betul-betul membuat badan jadi lebih lemas dari biasanya, walaupun masih bisa beraktivitas seperti biasa.


Hari 10-13, sudah mulai terbiasa dengan pola makan baru

Menjelang hari-hari terakhir selesai diet, segalanya jadi jauh lebih mudah kok! Saya udah nggak lagi perlu menunggu-nunggu jam makan tiba. Walau memang sih, kalau melihat makanan yang gurih dan manis, saya masih akan tetap ngiler! Tapi nggak sesulit sebelumnya. Badan jadi kerasa lebih enteng, porsi makan juga jadi jauh lebih sedikit dibandingkan sebelumnya. Kalau dulu saya nggak kenyang cuma makan cathering yang diberikan, sekarang udah jadi kenyang banget, bahkan nggak habis!

 

Final verdict

Total berat yang berkurang setelah melakukan 13 hari diet adalah sekitar 4 kg, dengan catatan saya sangat jarang berolahraga ketika melakukan diet. Olahraga yang saya lakukan hanya sekitar 2-3 kali jalan pagi. Perubahan yang paling dirasakan adalah saya jadi lebih sensitif sama makanan-makanan yang berbumbu dan hampir semua makanan jadi terasa asin! Saya jadi lebih berhati-hati ketika memilih makanan, badan juga terasa lebih ringan. Menurut saya, walaupun memang selama 13 hari saya cukup ‘menderita’, namun semua terbayarkan di akhir diet. Perubahan paling signifikan juga saya rasakan lewat kulit saya yang jadi JAUH lebih glowing dan sehat. Awalnya saya pikir semua akibat skincare yang saya gunakan, tapi ternyata memang mengurangi asupan garam, MSG, terutama gula bisa membuat kulit jadi lebih glowing. Padukan dengan skincare yang tepat, wajah saya nggak pernah se-sehat ini sebelumnya!

BEFORE vs. AFTER DIET – muka nggak lagi bloated dan lebih v-shaped

Jadi, buat kamu yang ingin menurunkan berat badan, atau ingin memperbaiki pola makan kamu, menurut saya diet mayo bisa jadi salah satu alternatif yang bisa kamu coba, sih. Tapi balik lagi, sebelum melakukan diet apapun, jangan lupa untuk berkonsultasi dulu ke dokter ya! Karena setiap orang pasti punya kondisi yang berbeda-beda dan diet yang harus disesuaikan. Terutama di masa pandemi seperti ini, kalau kamu memang nggak kuat diet, jangan dipaksakan. Yang penting pastikan nutrisi kamu dalam sehari cukup terpenuhi!

Most of all, stay safe and healthy!

 

Artikel ini telah tayang di Femaledaily.com dengan Judul Diet Tanpa Garam Selama 13 Hari, Bikin Kulit Glowing?

  

Bookmark and Share